Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Hak Cipta dalam Open Access Informasi

Sri Rumani

Abstract


Hak cipta adalah hak eksklusif (secara moral dan ekonomi) yang otomatis
dimiliki oleh pencipta, sebagai kekayaan intelektual di bidang ilmu
pengetahuan, seni, dan sastra. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi maka perlindungan dan kepastian hukum bagi
pencipta, pemegang hak cipta, pemilik hak terkait sangat diperlukan. Hal
ini dimaksudkan agar para pencipta dan kreator mempunyai kompetensi,
mengingat Indonesia sudah meratifikasi World Intellectual Property Organization
Copyrights Treaty (Perjanjian Hak Cipta WIPO), yang disebut WCT,
dengan Keputusan Presiden No.19 Tahun 1997. Konsekwensinya adalah
menimbulkan kewajiban untuk menerapkan dalam perundang-undangan
nasionalnya di bidang hak cipta, yang terakhir diatur dalam UU No.28
Tahun 2014. Di Indonesia masalah hak cipta pertama kali diatur dalam
Auteursweet 1912 (Undang-undang hak pengarang 1912), awalnya disebut
“hak pengarang” (author right), sebagai produk hukum pemerintah
Belanda. Indonesia baru tahun 1982 membuat UU Hak Cipta No.6 Tahun
1982, diganti dengan UU No.7 Tahun 1987, UU No. 12 Tahun 1997, UU
No.19 Tahun 2002, dan terbaru UU No.28 Tahun 2014.
Metodologi dalam makalah ini menggunakan studi kepustakaan bertujuan
untuk menambah wawasan para pustakawan di bidang karya intelektual
yang dihasilkan oleh para pencipta. Oleh karena itu pustakawan wajib
memahaminya, mengingat tugasnya berhubungan dengan hak kekayaan
intelektual berupa hak cipta
Kata kunci: Hak Cipta, Open Access, Tinjauan Yuridis


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.